Kabarjempol.com - Sejumlah warga merusak dan membakar lima bangunan vihara di daerah Tanjungbalai, Sumatera Utara, Sabtu (30/7/2016) dini hari tadi. Sejumlah mobil yang berada di dalam vihara juga ikut terbakar.
Ratusan petugas yang dikerahkan ke lokasi kerusuhan untuk meredakan massa yang anarkis. Namun karena banyaknya warga di lokasi, polisi sedikit mengalami kesulitan.
Salah seorang warga setempat, mengatakan, kerusuhan dipicu ketika ada seorang warga protes, karena merasa terganggu aktivitas ibadah umat lain.
Kabid Humas Polda Sumut, Rina Sari Ginting mengatakan, pembakaran lima vihara tersebut diduga dari keberatan salah seorang etnis Tionghoa, Meliana (40) yang merasa terganggu dengan suara adzan, yang berasal dari Masjid Almakshum, Jalan Karya, Tanjungbalai.
Protes Meliana tersebut, memicu pengurus masjid mendatangi kediaman Meliana, guna mempertanyakan mengapa Meliana terganggu dengan suara adzan.
“Karena suasana memanas, petugas Tanjungbalai Selatan, mengamankan Meliana dan suaminya”,ujar Rina.
Suasana yang panas yang mulai reda, kembali bergejolak, ketika salah seorang netizen memposting protes Meliana ke akun Facebook miliknya. Akibat provokasi tersebut, ratusan warga mendatangi rumah Meliana. Bahkan diantaranya ada yang berniat membakar kediamannya tersebut.
Polisi berhasil meredam aksi tersebut, dan massa membubarkan diri. Namun, di lokasi berbeda, ratusan massa bergerak ke vihara yang berada di Jalan Juanda, yang berjarak sekira 500 meter dari Masjid Almakshum.
“Di lokasi tersebut massa berusaha membakar vihara, namun berhasil diantisipasi oleh petugas.
Massapun melempari vihara tersebut, menyebabkan sejumlah kerusakan”,tambah Rina. Namun, di belahan wilayah lainnya, warga yang datang berkelompok menyebar ke beberapa lokasi vihara dan membakarnya.


Post a Comment