Kabarjempol.com - Kelahiran bayi kembar siam Yuliana dan Yuliani menggegerkan Indonesia pada tahun 1992. Setelah 24 tahun berlalu, kini Yuliana dan Yuliani sudah menjadi gadis cantik.

“Sekarang Yuliana dan Yuliani sudah 24 tahun. Tampak seperti kembar biasa. Yang hebat, satunya sudah menjadi dokter, satunya lagi sedang penelitian untuk gelar Doktor IPB. Masihkah kita merasa paling malang dan tak bisa bangkit?,” tulis pemilik akun Facebook Syakieb Sungkar saat mengunggah foto Yuliana dan Yuliana.

Postingan Syakieb Sungkar yang memperlihatkan foto sebelum operasi dan foto terkini Yuliana dan Yuliani sudah di-like 75 ribu orang, dibagikan 9.306 kali dan dikomentari 7,9 ribu orang.

Yuliana dan Yuliana adalah kembar dempet kepala yang berhasil dipisahkan. Gadis cantik yang akrab disapa Ana dan Ani itu berasal dari daerah Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Seperti cerita kebanyakan orang, bayi kembar siam yang melakukan operasi biasanya hanya salah satu dari anak kembar yang selamat. Tetapi berbeda dengan kisah Yuliana dan Yuliani.

Yuliana dan Yuliani menjalani operasi pemisahan kepala pada 21 Oktober 1987. Ketika itu, Yuliana dan Yuliani berusia 2 bulan 21 hari.

Si kembar siam ini melakukan operasi pemisahan kepala di RSCM Jakarta. Dengan melibatkan banyak dokter, akhirnya Yuliana dan Yuliani selamat dalam operasi tersebut.

Pasca operasi, Yuliani dan Yuliana sempat dititipkan di panti milik Depsos di Margaguba. Kembar siam kelahiran Riau, 31 Juli 1987 itu tumbuh sehat dan pintar. Saat ini, Yuliana dan Yuliani telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang cantik dan berprestasi.

“Kami tahu kami lahir sebagai kembar siam saat masih TK. Mama dan Papa sering nunjukin kliping koran dan majalah. Mereka berterus-terang, kami lahir sebagai kembar dempet,” ucap Yuliana yang dianggap lebih tua, seperti dilansir Tabloid Nova.

Pemberitahuan sejak dini membuat Yuliana dan Yuliani memahami benar kondisi mereka. Setelah selesai operasi, kepala Yuliana dan Yuliani dibotak di bagian belakang.

“Jadi, begitu ketemu orang-orang di jalan, kami suka diledeki. Bahkan sampai sekarang kami masih sering diusili orang. Tapi kami cuek saja. Kan, sudah diberitahu orang tua jauh sebelumnya,” papar Yuliani.

Meski kembar, Yuliana dan Yuliani memiliki hobi yang berbeda. Yuliani sangat senang melukis. Sedangkan Yuliana paling sebel kalau disuruh menggambar.

“Kalau sudah urusan gambar, Ana suka merayu Ani untuk dibikinkan. Ani memang hobi melukis. Selain itu, ia suka basket dan joging,” kata Ana.

Soal pelajaran di sekolah, mereka mengaku sama-sama suka pelajaran Biologi, Kimia dan PPKN. Ana mengaku rajin belajar untuk mewujudkan cita-citanya. Sebelum berangkat sekolah siang, mereka belajar lebih dulu. Mereka sama-sama mengikuti kursus bahasa Inggris seminggu tiga kali.

“Pokoknya, kami harus berhasil. Kami ingin menunjukkan pada Pakde dan orang tua bahwa kami berhasil. Jika semesteran atau kenaikan kelas, Pakde minta dikirimi rapor,” tandas Ana.

Adalah Padmosantjojo, ahli bedah saraf RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) saat ini, berperan banyak pada operasi pemisahan si kembar.

Dengan ketelitiannya, pria kelahiran Kediri, 26 Februari 1937, itu memisahkan selaput otak (duramater) yang berlekatan dengan pisau bedah biasa dan mata telanjang.
Operasi pada 21 Oktober 1987 itu jadi tonggak sejarah bidang kedokteran di Indonesia, khususnya bedah saraf.

Bagi Padmosantjojo, operasi Yuliana-Yuliani menjadi karya adiluhung (masterpiece) dalam kariernya sebagai dokter.

"Aku tak ingin karyaku rusak, mati karena mencret misalnya. Maka harus aku openi (rawat)," ujarnya di rumahnya, Selasa (16/8), seperti yang dikutip dari Kompas.

Padmosantjojo, dokter hebat yang dengan gemilang berhasil memisahkan kepala dempet Yuliana dan Yuliani.

Dengan tampilan fisiknya yang tinggi besar dan rambut gondrong, orang bisa menyangka dia adalah seorang seniman.

Siapa sangka dialah dokter bedah saraf yang pernah menggemparkan dunia kedokteran dengan operasi kembar siam dempet kepala.
Seunik penampilannya, unik pula pribadi dokter yang ogah menarik bayaran dari pasiennya itu.(*)

Post a Comment

Powered by Blogger.
close