Kabarjempol.com – Ada istilah yang mengatakan kalau wanita adalah racun dunia. Ternyata statement tersebut sangatlah benar. Yang namanya racun kalau Anda bisa mengendalikannya itu merupakan sebuah senjata atau pendukung yang sangat kuat, tetapi kalau Anda tidak bisa mengendalikannya malah akan menjadi bomerang bagi diri Anda sendiri.
Korupsi yang sudah mengakar sangat kuat di negara Indonesia ternyata penyebab utamanya adalah wanita. Banyak sekali pejabat-pejabat di Indonesia yang terganjal kasusu korupsi lantaran tidak bisa mengendalikan makhluk yang satu ini. Memang dibalik kelembutannya ternyata ada kekuatan yang maha dahsyat dari seorang wanita tersebut.
“Perilaku hedonis dituding menjadi salah satu penyebab korupsi demikian menjalar di Indonesia,” ungkap Johan Budi.
Perilaku hedonis adalah sebuah perilaku yang memandang kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup. Perilaku itu, kata Johan, membuat seseorang menjadi konsumtif dan terlibat dalam kehidupan yang glamor. Seolah keberhasilan seseorang dihargai didasarkan pada apa yang dikenakan sehari-harinya.
“Contohnya ada, istri tersangka KPK mempunyai tas merek Hermes seharga Rp 960 juta dan itu hanya dimiliki lima tokoh di dunia. Selain itu dia punya merek lainnya yang harganya juga gila,” ujar Johan saat menjadi narasumber di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Minggu (28/6).
Johan juga menunjukkan, banyaknya istri tersangka yang tidak mempertanyakan uang jumlah besar yang tiba -tiba didapatkan oleh suaminya yang merupakan pejabat negara. Berdasarkan pengalaman selama di KPK, tidak ada istri yang melarang suaminya berbuat korup. “Yang tau langsung melarang itu hanya ada di sinetron saja. Malah biasanya menerima dan mengucap alhamdullilah,” ujar Johan seperti dikutip. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi menyatakan bahwa perilaku hedonis dituding menjadi salah satu penyebab korupsi demikian menjalar di Indonesia.
Perilaku hedonis adalah sebuah perilaku yang memandang kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup. Perilaku itu, kata Johan, membuat seseorang menjadi konsumtif dan terlibat dalam kehidupan yang glamor. Seolah keberhasilan seseorang dihargai didasarkan pada apa yang dikenakan sehari-harinya.
“Contohnya ada, istri tersangka KPK mempunyai tas merek Hermes seharga Rp 960 juta dan itu hanya dimiliki lima tokoh di dunia. Selain itu dia punya merek lainnya yang harganya juga gila,” ujar Johan saat menjadi narasumber di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Minggu (28/6).
Johan juga menunjukkan, banyaknya istri tersangka yang tidak mempertanyakan uang jumlah besar yang tiba -tiba didapatkan oleh suaminya yang merupakan pejabat negara. Berdasarkan pengalaman selama di KPK, tidak ada istri yang melarang suaminya berbuat korup. “Yang tau langsung melarang itu hanya ada di sinetron saja. Malah biasanya menerima dan mengucap alhamdullilah,” ujar Johan seperti dikutip dari Kompas.com
TIGA PENYEBAB MARAKNYA KORUPSI DI INDONESIA
Sebelum Johan, sejumlah pejabat pernah menyatakan bahwa perilaku hedonis menjadi penyebab korupsi. Namun rupanya, pernyataan itu tak banyak didengar para pejabat, malah ada yang marah saat tudingan itu dialamatkan kepada lembaganya.
Korupsi yang sudah mengakar sangat kuat di negara Indonesia ternyata penyebab utamanya adalah wanita. Banyak sekali pejabat-pejabat di Indonesia yang terganjal kasusu korupsi lantaran tidak bisa mengendalikan makhluk yang satu ini. Memang dibalik kelembutannya ternyata ada kekuatan yang maha dahsyat dari seorang wanita tersebut.
“Perilaku hedonis dituding menjadi salah satu penyebab korupsi demikian menjalar di Indonesia,” ungkap Johan Budi.
Perilaku hedonis adalah sebuah perilaku yang memandang kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup. Perilaku itu, kata Johan, membuat seseorang menjadi konsumtif dan terlibat dalam kehidupan yang glamor. Seolah keberhasilan seseorang dihargai didasarkan pada apa yang dikenakan sehari-harinya.
“Contohnya ada, istri tersangka KPK mempunyai tas merek Hermes seharga Rp 960 juta dan itu hanya dimiliki lima tokoh di dunia. Selain itu dia punya merek lainnya yang harganya juga gila,” ujar Johan saat menjadi narasumber di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Minggu (28/6).
Johan juga menunjukkan, banyaknya istri tersangka yang tidak mempertanyakan uang jumlah besar yang tiba -tiba didapatkan oleh suaminya yang merupakan pejabat negara. Berdasarkan pengalaman selama di KPK, tidak ada istri yang melarang suaminya berbuat korup. “Yang tau langsung melarang itu hanya ada di sinetron saja. Malah biasanya menerima dan mengucap alhamdullilah,” ujar Johan seperti dikutip. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi menyatakan bahwa perilaku hedonis dituding menjadi salah satu penyebab korupsi demikian menjalar di Indonesia.
Perilaku hedonis adalah sebuah perilaku yang memandang kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup. Perilaku itu, kata Johan, membuat seseorang menjadi konsumtif dan terlibat dalam kehidupan yang glamor. Seolah keberhasilan seseorang dihargai didasarkan pada apa yang dikenakan sehari-harinya.
“Contohnya ada, istri tersangka KPK mempunyai tas merek Hermes seharga Rp 960 juta dan itu hanya dimiliki lima tokoh di dunia. Selain itu dia punya merek lainnya yang harganya juga gila,” ujar Johan saat menjadi narasumber di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Minggu (28/6).
Johan juga menunjukkan, banyaknya istri tersangka yang tidak mempertanyakan uang jumlah besar yang tiba -tiba didapatkan oleh suaminya yang merupakan pejabat negara. Berdasarkan pengalaman selama di KPK, tidak ada istri yang melarang suaminya berbuat korup. “Yang tau langsung melarang itu hanya ada di sinetron saja. Malah biasanya menerima dan mengucap alhamdullilah,” ujar Johan seperti dikutip dari Kompas.com
TIGA PENYEBAB MARAKNYA KORUPSI DI INDONESIA
- Perilaku hedonis istri dan keluarga: Dapat uang banyak tak nanya asalnya, tapi malah bilang alhamdulillah.
- Kurangnya keteladanan pemimpin negara yang bersih. Belum ada orang yang seperti Mohammad Hatta.
- Komitmen pemerintah di segala unsur: Nyatanya hukuman koruptor yang cenderung lebih ringan dari vonis hakim
Sebelum Johan, sejumlah pejabat pernah menyatakan bahwa perilaku hedonis menjadi penyebab korupsi. Namun rupanya, pernyataan itu tak banyak didengar para pejabat, malah ada yang marah saat tudingan itu dialamatkan kepada lembaganya.

Post a Comment