Kabarjempol.com – Ketidak hadiran presiden Jokowi pada saat lebaran dirasa menurut pengamat politik dari Universitas Indonesia, Panji Anugrah merupakan hal yang sangat luar biasa, kenapa tidak, baru kali ini presiden Jokowi dengan pemimpin partai pengusung dirinya yang tergabung dalam KIH terlihat kurang harmonis. Sehingga menimbulkan banyak sekali pertanyaan.

Wasekjen PDIP Ahmad Basarah mengemukakan alasan kenapa Presiden Jokowi belum sungkem ke rumah Bu Mega lebih dikarenakan bahwa ketum PDIP tersebut tidak melakukan open house. Sungguh alasan yang tidak masuk akal bukan.

“yang jelas Jokowi itu meski dilahirkan di era modern termasuk bagian elite Jawa saat ini, yang penuh dengan simbol. Ketidak hadirannya untuk bersilaturrahmi dengan pimpinan KIH bahkan ini ketua umum dari PDIP yang merupakan parti pengusungnya merupakan suatu hal yang sarat dengan makna, luar biasa. Pertanyaan Basarah kurang bisa diterima dengan akal sehat dan terkesan berlebihan, pergi ke Aceh karena Mega tidak open house,” ujar Panji.

Panji juga menjelaskan kalau melihat fakta semacam itu ada dua kemungkinan yang menyebabkan belum sowannya Jokowi dengan pimpinan KIH terutama Megawati.

Pertama, Jokowi ingin melepaskan diri secara pelan-pelan dari ikatan KIH yang membelenggunya. Dalam hal ini Jokowi ingin menjadi elite yang Independen.

“Selama ini dia banyak mendengar kritik sebagai boneka atau petugas partai. Langkah ini bisa menjadi simbol pilihan sikap politiknya untuk tegas dan tidak mau dianggap sebagai orang yang bisa diatur-atur. Namun saya lihat Jokowi juga tidak akan mengambil sikap ekstrim dengan betul-betul memutuskan hubungan, ini hanya simbol bahwa sekarang ia lebih independen,” lanjut dari Panji.

Mengenai isu yang mengtakan bahwa saat ini Jokowi lebih merepat ke “trio macan” yang terdiri dari Luhut Pandjaitan, Rini Soemarno, dan Andy Widjayanto, pengamat politik dari Universitas Indonesia tersebut kurang sepakat. Dalam hal ini menurutnya Jokowi hanya ingin memperlihatkan bahwa saat ini lebih kuat dan ingin memperlihatkan memiliki kekuatan sendiri. Hal tersebut dilakukan karena saat ini Jokowi tidak bisa diterima sepenuhnya oleh PDIP.

“ Kalau dibilang Mega tidak open house, tapi toh nyatanya Wapres JK datang, para menteri datang dan diterima, kenapa Jokowi tidak datang? Apa susuahnya Jokowi juga untuk datang? Ini ada satu sikap gerakan bahwa dia juga punya pride karena Mega selama ini membiarkan kadernya mengkritik keras langkah-langkahnya,” katanya.

Meskipun demkian, menurut Panji juga ada kemungkinan lain dari fakta semacam ini. Bisa jadi saat ini Megawati sedang marah atas sikap Jokowi. Karena selama ini Megawati dikenal sebagai politisi yang memiliki sikap tegas yang berbeda dengan sikap para politisi lainnya yang kebanyakan sangat pragmatis.

“Ada kemungkinan juga Mega tidak mau menerima Jokowi dirumahnya. Mega ingin menunjukkan dominasi dan superioritas, namun Jokowi tidak mau frontal, makanya dia cari alasan untuk berlebaran ke Aceh. Bukan tidak mungkin pola hubungan Megawati-SBY yang penuh kontradiksi terulang dalam hubungannya dengan Jokowi, namun sekarang itu terjadi di internal PDIP. Elite lain biasanya hanya memikirkan kepentingan, tapi Megawati berbeda kalau dia sudah dikhianati, maka tidak ada maaf bagimu,”ujarnya.

Bagaimana kira-kira menurut Anda para pembaca kabarjempol dengan kelanjutan babak dari Jokowi VS Megawati ini, apakah akan seperti Megawati VS SBY yang penuh dengan kontradiksi atau malah hubungannya akan membaik. Anda tunggu saja babak selanjutnya.



Post a Comment

Powered by Blogger.
close