ilustrasi

Kabarjempol.com - Jakarta - Kekayaan Laut Indonesia sangat melimpah. Sayang, kekayaan itu banyak dicuri oleh warga asing. Itulah yang membuat Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti geram dan melakukan tindakan tegas terhadap pihak asing yang mencuri kekayaan laut Indonesia.

Setelah sukses menghabisi pencuri kekayaan Indonesia, Menteri Susi tidak mau berhenti sampai di situ. Dia punya obsesi untuk meningkatkan produksi ikan para nelayan Indonesia dan mengekspor.

"Recovery dalam 1,5 tahun mulai terlihat. Hasil tangkapan dan nilai ekspor sudah naik. Dan kita nomor satu untuk tuna ekspor ke Jepang," ujar Susi di Widya Chandra, Jakarta, Kamis (4/8).

Susi menambahkan peningkatan produktivitas laut disebabkan juga oleh moratorium kapal-kapal asing yang tidak diizinkan mengambil ikan di perairan Indonesia. Sekarang ini, yang diperbolehkan melakukan tangkap ikan di perairan Indonesia, hanya warga Indonesia.

"Dulu 100 persen pengusaha perikanan tangkap itu PMA (Penanam Modal Asing). Sekarang saya minta buka 100 persen untuk pengolahan. Jadi silakan asing masuk ke dalam investasi pengolahan, pemasaran,"ujarnya.

Susi menambahkan, pelarang asing tidak diperbolehkan lakukan tangkap ikan di Indonesia, bukan karena anti asing. Namun, karena KKP ingin adanya produktivitas laut yang berkelanjutan dan menjadikan laut masa depan bangsa.

Sumber: monitorday

Post a Comment

Powered by Blogger.
close